Pages

Labels

Rabu, 20 November 2013

Esfand's Book: The Paradise Journey



Sudah lama terbit, sih, kinda excited when this book got published! Yah, bukan ditulis sendiri, memang, semacam keroyokan dengan beberapa traveler dari beragam profesi. Ada yang jurnalis, mahasiswa S3, cooker, sampai fashionista. Saya sebagai apa? Anggap saja sebagai edpacker, deh, editor merangkap backpacker, aha!

Ternyata, dunia memang punya sekian sisi yang kadang kala tidak terbaca mata kita, tetapi jelas terekam dalam kedua bola mata orang lain. Setiap kita punya kacamata berbeda lensa. Setiap kota, setiap tempat, punya tajuk yang berbeda dalam diri setiap orang yang mendatanginya, bahkan bagi para pemilik kota yang setiap hari berjibaku dengan abcd keseharian kota itu.

Kota mana yang paling saya suka dalam perjalanan-perjalanan saya? Hmm, sulit memilih. Di setiap kota saya pernah menitipkan cerita, bertukar pemahaman dengan penduduk lokalnya, bahkan mencuri kesempatan untuk mengabadikan setiap sudutnya ke dalam sulur-sulur ingatan otak saya.

Perjalanan adalah cara manusia untuk memahami semestanya. Cara manusia untuk memenuhi saku dengan kesadaran yang terlupa, bahkan keyakinan yang belum sampai.

Ah, membuat saya merindu untuk kembali memenuhi ransel dengan pernik-pernik yang ketika tiba di tanah tujuan akan segera terlupakan, oleh deru pengalaman baru yang menerbitkan senyum.


~esfand

Selasa, 14 Mei 2013

Arunia's Book: Globe Trotter!



Berhubung penulisnya sedang bercengkerama bersama para komodo, biarlah saya sebagai pemilik kedua rumah maya ini yang membagi cerita tentang kelahiran buku pertama Nia. Tapi, ah, biarlah penulisnya sendiri yang akan bercerita, saya menampilkan "contekan"-nya saja yaaa.... Segera beredar di seluruh toko buku dan toko buku online :)

Oh ya, beberapa review tentang buku ini bisa dilihat di sini ya....
http://www.divapress-online.com/product/view/2244/globe_trotter.html
http://www.goodreads.com/book/show/18056807-globetrotter
http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000145258/globe-trotter.html
http://www.rimanews.com/read/20130827/115337/traveling-ke-penjuru-dunia-kenapa-tidak
http://malang-post.com/serba-serbi/resensi/70855-kisah-seorang-traveler-keliling-eropa-82-hari
http://nusumenep.or.id/menjelajahi-megahnya-dunia-lewat-buku/
http://happylikeabee.com/?p=1217

Siapa yang tak suka traveling? Menikmati pemandangan alam seindah lukisan maupun mendatangi situs-situs bersejarah yang selama ini hanya pernah dibaca, pastilah menjadi pengalaman berharga dalam hidup.

Buku ini mengajak Anda mendatangi tempat-tempat ek
sotis di Eropa, mencicipi makanan, suasana kota, sekaligus berinteraksi dengan warga aslinya. Ditulis sebagai catatan perjalanan seorang traveler di 13 negara, kisah dalam buku ini akan mengajak Anda merasakan sensasi 52 hari di “dunia baru”. Tak perlu mahal jika Anda menetapkan diri menjadi budget traveler yang irit, tanpa mengurangi kenikmatan jalan-jalan itu sendiri.

Perjalanan ke Eropa bukanlah hal mustahil jika Anda memahami tips dan triknya. Buku ini dilengkapi catatan-catatan penting mengenai persiapan keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air agar segalanya berjalan lancar. Tak hanya itu, beragam tips agar persoalan akomodasi menjadi mudah dan murah dengan fasilitas hosting yang dikelola organisasi-organisasi nirlaba internasional pun dibahas secara lengkap di sini. Nikmati kunjungan Anda yang sempurna dengan menyelami budaya masyarakat setempat dan memperluas jaringan dengan traveler di seluruh dunia.
Kini, siapa pun bisa singgah di Eropa. Tinggalkan rutinitas Anda sejenak, bacalah buku ini, dan jelajahi negeri-negeri seberang yang menawan!


• Tips Mengurus Visa
• Tips Packing
• Tips Budgeting
• Tips Traveling murah bersama organisasi Hospitality Club (HC) dan Couch Surfing (CS)
• Tips Memilih dan Tinggal Bersama Host
• Lokasi-Lokasi Camping di Eropa bagi Traveler
• Tempat-Tempat Menarik untuk Dikunjungi di Eropa



Senin, 01 April 2013

Pemburu Bangunan Tua




Setiap bangunan tua, punya memori panca indra. Saya selalu meyakini itu. Di setiap lapisan tembok sebuah gedung tua yang mulai mengelupas, tersimpan cerita tentang tangan-tangan manusia lintas zaman yang pernah menyentuhnya. Ada yang menyentuh dengan penuh riang karena sebelah tangan digenggam sang penakluk hati, ada yang menyentuh dengan geram diliputi amarah karena kehidupan tak kunjung berpihak kepadanya, ada yang menyentuh dengan tangis yang masih membasahi jemari usai menyeka pipi yang berleleran air mata, atau entah tangan dalam kondisi apa lagi yang pernah menyentunya.

Pernah meletakkan telapak hingga nyaris menyentuh dinding tua semacam itu? Menyisakan jarak sekitar 3 cm antara telapak dan dinding. Merasakan kombinasi udara hangat-dingin-hampa yang tercipta di antaranya. Tidak pernah? Cobalah sekali waktu.

Saya termasuk penggila bangunan tua. Saya lupa kapan tepatnya kegilaan itu bermula. Saya betah berlama-lama memandangi satu bangunan, menelusuri setiap sudutnya, mengendus aroma kuno yang tipis tersisa, bercampur dengan aroma modernitas yang terkadang tak punya ciri khas selain bau besi dan beton. Mereka-reka, manusia dari masa lampau seperti apa yang dahulu juga melewati rute yang saya jejaki. Apakah mereka juga berpikir tentang masa depan? Apakah mereka juga menelusuri masa lalu sama seperti saya?

Duduk terpekur membaca buku atau menulis di teras sebuah bangunan tua adalah favorit saya yang lain. Rasanya seperti dikitari aura entah apa dari berlapis-lapis zaman yang dahulu pernah saling menaklukkan. Membuat saya tersadar, suatu saat saya pun akan menjadi masa lalu dari sebuah zaman. Apakah akan ada yang mengingati saya nantinya, semua tergantung dari setiap goresan yang saya torehkan pada kanvas besar semesta.

Ah, saya rindu menyandang backpack, mengayun langkah di kota tua mana saja. Berburu sisa cerita dan mimpi. Siapa tahu, saya akan menemukan seberkas pertanda di sana. Tentang apa? Apa saja.

~esfand